| Perundingan teks protokol pembagian keuntungan akhirnya dimulai |
|
|
|
| Monday, 19 July 2010 | |
|
[Chee Yoke Ling – Montreal] Setelah melalui diskusi yang berlarut-larut selama lebih dari lima tahun, Pemerintah-pemerintah dari negara-negara pihak penandatangan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity) akhirnya mulai merundingkan teks draft protokol mengenai Pengaturan Akses dan Pembagian Keuntungan (Access and Benefit Sharing) pada tanggal 10 Juli 2010 , di Montreal-Kanada. Perjanjian baru tersebut bertujuan untuk menghentikan biopiracy (pembajakan hayati) dan untuk memastikan bahwa negara-negara berkembang yang merupakan penyedia terbesar sumberdaya hayati mendapatkan pembagian keuntungan yang layak dan adil atas penggunaan keanekaragaman hayati dan pengetahuan tradisional masyarakat adat dan komunitas lokal mereka yang terkait sumberdaya hayati. Dengan diberlakukannya Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity-CBD) pada tahun 1993, ada kewajiban-kewajiban hukum bagi para pengguna sumberdaya genetika dan pengetahuan tradisional terkait untuk berbagi keuntungan secara layak dan adil atas penggunaan dua hal tersebut, dengan negara-negara asal maupun negara-negara penyedia sumberdaya dan juga komunitas lokal dan masyarakat adat terkait. Namun demikian, negara-negara maju serta institusi-institusi penelitian mereka belum mau memenuhi tujuan ini. [Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati memiliki tiga tujuan : konservasi keanekaragaman hayati, penggunaan komponen-komponen keanekaragaman hayati secara berkelanjutan ; dan pembagian keuntungan yang layak dan adil atas pemanfaatan sumberdaya-sumberdaya genetika] Kelompok kerja yang ad hoc (tidak permanen) dan terbuka pada Konvensi Keanekaragaman Hayati untuk pengaturan akses dan pembagian keuntungan dimandatkan untuk menyelesaikan perjanjian tersebut pada pertemuan ke 9 tanggal 22-28 Maret lalu di Cali, Kolombia, agar dapat diadopsi secara formal pada konferensi Para Pihak (conference of parties atau COP) CBD di Nagoya, Jepang pada bulan Oktober 2010 mendatang. Hampir seluruhnya dari 193 negara-negara pihak penandatangan Konvensi Keanekaragaman Hayati telah menyepakati sebuah perjanjian yang mengikat (Amerika Serikat bukanlah negara pihak penandatangan, akan tetapi institusi-institusi penelitian maupun sektor-sektor swasta Amerika Serikat adalah pencari keanekaragaman Hayati terbesar di dunia). Namun, masih ada perbedaan tajam menyikapi isinya : negara-negara maju ingin memprioritaskan akses terhadap sumberdaya-sumberdaya genetika dalam protokol, sedangkan negara-negara berkembang dengan tegas menekankan bahwa tujuan ketiga tentang pembagian keuntungan secara adil dan layak adalah tujuan utama protokol untuk membenahi ketidakadilan dalam Biopiracy yang telah berlangsung lama meski telah ada Konvensi Keanekaragaman Hayati. Negara-negara berkembang menginginkan protokol dengan jangkauan yang komprehensif disertai sistem yang kuat dan efektif karena pelaksanaan lintas batas di negara-negara pengguna merupakan elemen yang paling krusial. Di satu sisi, hampir seluruh negara-negara maju menginginkan jangkauan terbatas dan lebih memilih menyerahkan penanganan pembagian keuntungan pada “ syarat-syarat yang disepakati bersama” – mereka menerjemahkan bahasa pembagian keuntungan pada Konvensi Keanekaragaman Hayati sebagai kesepakatan yang bersifat kontrak. Hak-hak komunitas lokal dan masyarkat adat juga menjadi isu yang diperdebatkan. Norwegia bertahan pada sikap yang hampir mirip dengan sikap negara-negara berkembang. Pertemuan Cali dimulai dengan dokumen berat yang memuat banyak pilihan yang diajukan oleh negara-negara pihak penandatangan Konvensi Keanekaragaman Hayati dan mencantumkan hampir 2,000 tanda kurung (menunjukan kurangnya konsensus). Pertemuan tersebut bahkan gagal untuk memulai perundingan sehingga ditunda, namun negara-negara pihak menerima draft singkat protokol Pengaturan Akses dan Pembagian Keuntungan terdiri dari 16 halaman dengan 31 artikel dan dua lampiran, yang disusun oleh wakil ketua Kelompok kerja Tim Hodges dari Kanada dan Fernando Casas dari Kolombia menjadi landasan perundingan pada pertemuan yang dilanjutkan di Montreal, Kanada tanggal 10-16 Juli. Pada pembukaan pleno tanggal 10 Juli 2010, wakil ketua dengan tegas menyatakan kepada negara-negara bahwa minggu itu adalah kesempatan terakhir untuk menyelesaikan protokol dan tahun ini adalah tahun keanekaragaman hayati “kita tidak boleh gagal menunaikan tugas”. Para pemimpin dunia akan berkumpul pada pertemuan tahunan Sidang Umum PBB di New York pada bulan September, akan ada sesi khusus mengenai keanekaragaman hayati. Kegagalan menunaikan tugas akan berdampak negatif terhadap pertemuan tersebut maupun pertemuan-pertemuan di Nagoya. Untuk membantu mempercepat perundingan-perundingan, pada sesi pleno negara-negara pihak membentuk Komite Perundingan Antar Pemerintah. Komite ini terdiri dari lima juru bicara yang dipilih dari antara negara-negara pihak dari setiap lima kawasan PBB, dua perwakilan berasal dari masyarakat adat dan komunitas lokal, masyarakat sipil, institusi-institusi penelitaan dan sektor swasta serta presiden konferensi negara-negara pihak (COP) saat ini (Jerman) dan mendatang (Jepang) Perwakilan-perwakilan ini bisa diganti berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok. Seluruh negara-negara pihak yang berasal dari kelompok lain serta para pengamat juga berada di ruang pertemuan untuk memastikan transparansi cara kerja. Para pengamat di meja perundingan bisa memberikan "panduan" terhadap hal-hal yang dirundingkan sementara usulan-usulan teks mejadi hak preogratif negara-negara pihak. [Atas permintaan Forum masyarakat Adat Internasional untuk keragaman hayati pada tanggal 11 Juli, yang kemudian memutuskan bahwa para perwakilan masyarakat lokal dan adat juga dapat memberikan teks usulan namun usulan tersebut kemudian harus didukung oleh setidaknya satu negara pihak untuk bisa dijadikan pertimbangan dalam perundingan. Hal ini karena isu mengenai pengetahuan tradisional, persetujuan dan pembagian keuntungan harus terlebih dulu harus disampaikan kepada komunitas ini menjadi bagian integral dari protokol.] Wakil ketua menjelaskan "aturan pelibatan" pada pembukaan pleno. Komite Perundingan Antar Pemerintah akan merundingkan pasal demi pasal. Satu pasal dianggap telah disepakati jika tidak ada keberatan, mengingatkan lagi bahwa tidak ada pasal yang akan disepakati hingga seluruh hal dalam pasal tersebut telah disepakati. Ia mendesak negara-negara pihak untuk "memaksimalkan pengekangan" dan menghindari masuknya pasal yang hanya mencerminkan sikap satu negara. Setiap teks usulan harus memperbaiki draft protokol dan mengakomodir pandangan-pandangan pihak lain. Jika tidak tercapai kesepakatan, bisa diletakkan tanda kurung pada teks untuk dipertimbangkan lagi kemudian. Komite Perundingan Antar Pemerintah (ING) akan menangani pasal 1-19 kecuali pasal dua (penggunaan istilah) selama tiga hari pertama. Pleno diselenggarakan pada hari selasa 13 Juli untuk menelaah kemajuan. Komite Perundingan antar Pemerintah kemudian akan melanjutkan dengan merundingkan pembukaan, penggunaan istilah dan klausul akhir (pasal 20-31). Pada hari Minggu, 11 Juli, Komite Perundingan antar Pemerintah telah merundingkan tiga pasal tentang tujuan, ruang jangkauan dan pembagian keuntungan secara layak dan adil. mereka sepakat untuk menyertakan pasal baru yang mengatur hubungan antara protokol dengan instrumen-instrumen internasional lain dan memulai perundingan tentang hal tersebut. Pada akhir hari pertama, pasal 1 tentang tujuan-tujuan protokol telah disepakati. Tujuan protokol ini adalah untuk pembagian keuntungan secara layak dan adil atas pemanfaatan sumberdaya genetika, termasuk pengaturan akses yang memadai terhadap sumberdaya genetika dan alih teknologi yang sesuai, dengan mempertimbangkan seluruh hak atas sumberdaya mereka dan teknologi serta pendanaan yang memadai, sehingga memberikan kontribusi pada konservasi keragaman hayati dan penggunaan bagian-bagiannya dengan berkelanjutan. Kata-kata "untuk memastikan" pembagian keuntungan secara layak dan adil" tidak diterima oleh beberapa negara pihak (termasuk) Kanada. "Fasilitasi Akses" diajukan oleh Uni Eropa, Korea Selatan dan Jepang dan usulan ini ditentang oleh negara-negara berkembang yang menekankan bahwa konsep tersebut tidak ada dalam konvensi. Bahasa yang disetujui dalam pasal 1 Konvensi keanekaragaman hayati tentang tujuan-tujuan yang terkait dengan pembagian keuntungan. Kata yang disetujui dalam pasal 1 Konvensi Keanekaragaman Hayati tentang tujuan-tujuan yang terkait dengan pembagian keuntungan akhirnya diterima oleh seluruh negara-negara pihak. Kemudian terjadi pendiskusian tentang pasal 3 (cakupan – scope) namun ketidaksepakatan menajam karena negara-negara berkembang mengingkan cakupan yang komprehensif dan sebagian besar negara-negara maju lebih memilih cakupan yang terbatas. Kelompok negara- negara Amerika Latin dan Karibia, Negara-negara LMMC (Like-Minded Megadiverse Countries), Kelompok Negara Asia Pasifik (LMGAP) dan kelompok Eropa Timur dan Tengah mengusulkan penambahan "derivatif (bahan/produk turunan) " Sumberdaya genetika. Negara-negara maju tidak setuju pada kutipan ini, kecuali Norwegia yang menyatakan bahwa kutipan ini akan disertakan dengan kata-kata "protokol ini harus diterapkan .....untuk kepentingan atas penggunaan Sumberdaya Genetik apapun. Malaysia, bicara atas nama kelompok Negara-Negara Asia Pasifik, menekankan bahwa tanpa bahan turunan (derivatif)," kita mengosongkan protokol dari pembagian keuntungan yang berarti". Kanada mengusulkan penghapusan Sumberdaya genetik manusia; Sumberdaya yang melampaui yuridiksi nasional, sumberdaya yang tercantum pada lampiran I Perjanjian Internasional untuk sumberdaya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian (ITPGR) untuk negara-negara pihak penandatangan Konvensi Keanekaragaman Hayati yang merupakan negara-negara pihak penandatangan ITPGR, Sumberdaya Genetik ketika "dimanfaatkan semata-mata sebagai sebuah komoditas" dan pengetahuan tradisional terkait sumberdaya genetik yang diperoleh sebelum protokol diberlakukan. Konverensi Negara-negara pihak pada pertemuan keduanya di tahun 1995 telah memutuskan bahwa "sumberdaya genetik manusia" tidak dimasukan dalam kerangka kerja konvensi." Beberapa negara-negara pihak mengusulkan jika sumberdaya genetik manusia dimasukan dalam protokol maka harus ada keputusan konvensi Negara-negara pihak. Australia mengusulkan penghapusan "human pathogens atau agen biologi yang menyebabkan penyakit pada manusia" [Ada beberapa kepentingan komersial terkait mikro organisme tertentu, termasuk organisme pathogenetis, dan industri-industri farmasi berniat agar pathogens tidak diatur dalam protokol] Kelompok negara-negara Afrika, LMGAP dan Peru mengatakan bahwa pembagian keuntungan dimulai sejak berlaku Konvensi Keanekaragaman Hayati. Kelompok negara-negara Afrika mengusulkan memasukan penggunaan baru dan terus berlanjut untuk mendapatkan keuntungan secara adil bagi negara-negara berkembang. Namibia, bicara atas nama kelompok negara-negara Afrika mengatakan bahwa tidak dicantumkannya Sumberdaya genetis melampaui yuridiksi nasional berarti "privatisasi yang umum terjadi secara global" dan mencabut pembagian keuntungan bagi negara-negara berkembang. Artikel baru terkait hubungan antara protokol dan perjanjian-perjanjian lain akan ditambahkan sebagai solusi untuk mengatasi beberapa penghapusan. Sekelompok kecil negara-negara pihak ditunjuk untuk mengerjakan teks yang telah mengalami perubahan dan akan mempertahankan integritas protokol saat forum-forum lain berurusan dengan pengaturan akses dan pembagian keuntungan terkait dengan sumberdaya genetika tertentu atau pengetahuan tradisional terkait. Selain istirahat petang untuk pertandingan piala dunia FIFA, negara-negara pihak merundingkan pasal tentang pengaturan akses dan pembagian keuntungan secara layak dan adil di sepanjang hari kedua (minggu, 11 Juli) hingga malam hari. Isu derivatif sumberdaya genetis merupakan isu yang menjadi perdebatan dalam perundingan ini dan kelompok-kelompok kecil lain bekerja selama tiga jam malam itu. Artikel ini pertama kali diterbitkan di SUN edisi 6964, Selasa 13 Juli 2010, diambil dari TWN IP Info: Benefit sharing protocol text negotiations finally start, oleh Chee Yoke Ling. |
| Next > |
|---|







