| Pengajuan hak paten atas gen korban flu burung |
|
|
|
| Sunday, 26 April 2009 | |
|
(Edward Hammond-Bogota) September lalu kolaborasi AS-Eropa telah mengajukan aplikasi klaim hak paten terhadap antibodi manusia (dan beberapa binatang) terhadap virus flu burung H5N1. Perusahaan tersebut juga mengklaim secara khusus DNA (serta asam amino) yang diambil dari ketiga korban virus H5N1 yang selamat di Taiwan. DNA yang di bersandikan antibodi tersebut akan sangat berguna untuk melawan virus H5N1. DNA tersebut terdiri dari rangkaian sel yang diambil dari darah korban. Aplikasi paten (WO2008110937) dipublikasikan pada 18 September 2008. Ini adalah pengajuan terakhir dari rangkaian pengajuan klaim H5N1 yang secara agresif dilakukan oleh laboratorium perusahaan dan pemerintah di AS dan Eropa. Jika disetujui, aplikasi paten tersebut akan memberikan pengaruh yang besar dalam membatasi penelitian terhadap pengobatan antibodi penyakit pandemik H5N1. Hal ini juga dapat membuat pemiliknya mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari darah tersebut yang mana membuat 3 (atau 4) korbannya hampir terbunuh. Aplikasi ini semakin meningkatkan ke kawatiran negara berkembang bahwa sistem internasional akan pembagian keuntungan virus influenza -melalui Global Influenza Surveillance Network (GISN), dibawah World Health Organization (WHO)- tersebut memang tidak adil, dan oleh sebab itu pembagian keuntungan penelitian influenza harus dibagi secara pantas dan sewajarnya. Intergovernmental Meeting WHO terhadap Pandemic Influenza Preparedness (PIP IGM) akan berkumpul kembali di Genewa bulan November ini untuk kembali menegosiasikan reformasi dari GISN WHO yang mana telah banyak dikritik karena telah mengijinkan virus dan sample lain yang dikumpulkan –yang seharusnya untuk kepentingan publik- dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi (pihak swasta). Aplikasi paten tersebut diajukan oleh HuMabs LLC, sebuah perusahaan tidak dikenal dari California, HuMabs sendiri dimiliki oleh Synergics, sebuah perusahaan swasta bermodal besar yang didanai dan dipimpin oleh William Rutter. Figure terkemuka dalam bioteknologi, Rutter dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan Chiron dan bekas direktur sebuah perusahaan raksasa yang berbasis di Swiss, Novartis. (*Edward Hammond adalah peneliti independen dan ahli dalam hak paten dan sumber biologis. Dia mengkontribusikan artikel ini ke SUNS dan diterbitkan pada SUNS #6559 Kamis, 2 Oktober 2008) |
| < Prev | Next > |
|---|







