| Tawaran Pemotongan Subsidi Amerika Serikat dan Uni Eropa, Hanya di Atas Kertas |
|
|
|
| Friday, 27 November 2009 | |
|
[Lutfiyah Hanim – Jakarta] Baru-baru ini, Amerika Serikat menawarkan pemotongan total subsidi, kabarnya, turun ke angka $ 15 milyar dolar bahkan 14 milyar dolar. Uni Eropa juga menawarkan pemotongan keseluruhan jumlah subsidinya sampai sekitar 70 persen. Pengurangan itu nampak sangat drastis, dua negara besar itu pun terlihat menunjukkan niat baik agar Putaran Perundingan Doha berjalan kembali. Sehingga menuntut negara berkembang untuk menurunkan tawarannya misalnya dengan memperlemah proposal pada kelompok Negara G33. Apabila kelompok-kelompok negara berkembang itu menolak, maka AS dan UE bisa mengumumkan bahwa Negara-negara berkembang itulah menyebabkan perundingan macet dan terhenti. Di bawah ini penjelasan mengapa pengurangan subsidi domestic yang terlihat baik hati tersebut Tidak Cukup, Kamuflase di atas kertas! Putaran Doha yang dimulai tahun 2001, sering disebut oleh negera maju sebagai putaran pembangunan yang akan membawa kepentingan negara berkembang dan LDCs. Tetapi perkembangan proposal yang ada mengindikasikan masih sedikit kepentingan pembangunan. Isu Pertanian Sebelum perundingan dihentikan sementara dan sesudah dimulai kembali (soft resumption) pada Februari lalu, perhatian banyak diberikan kepada perundingan sektor pertanian. Dari sisi perpektif pembangunan tidak ada kemajuan yang berarti dalam susbtansi pembangunan. Substansi dalam perundingan pertanian mengacu pada Deklarasi Doha Annex A tahun 2001 dan Deklarasi KTM Hongkong 2005. AoA terdiri atas tiga pilar, yaitu perluasan akses pasar; pengurangan dukungan domestik dan pengurangan subsidi ekspor. Dalam pemotongan ekspor subsidi, Deklarasi dalam KTM Hongkong telah menyebutkan pengurangan pada akhir tahun 2013, dimana sebagian besar pemotongan dilakukan di awal implementasi. Dukungan Domestik Dalam WTO – AoA membedakan dua macam subsidi atau dukungan:
Dalam subsidi yang mendistorsi atau Trade Distorting Subsidies (TDS) terdapat tiga kategori:
Putaran Uruguay yang menghasilkan WTO-AoA (1994) mewajibkan negara maju untuk menurunkan:
Sedangkan WTO-AoA (1994) mewajibkan Negara berkembang untuk menurunkan:
Selama ini, AS dan UE melakukan ‘permainan sulap’ yaitu dengan
UE dikenal sangat banyak menggunakan blue box, mengurangi TDS (total domestic support) tetapi meningkatkan secara ekstensif Green Box. Sedangkan AS, banyak menggunakan Green Box. Misalnya dalam kasus kapas melawan Brazil, dimana panel WTO meminta AS memindahkan subsidi yang seharusnya diletakan ‘mendistorsi’ pasar, tetapi oleh diletakkan dalam Green Box. Pilihan buat AS adalah memindahkannya dalam blue box (yang sebelumnya tidak banyak digunakan oleh AS) atau mengubah kriteria subsidi dalam blue box dan menciptakan criteria baru seperti yang sudah dilakukan, yaitu usulan criteria baru blue box. Perlu diketahui bahwa ada perbedaan total subsidi yang AKTUAL (yaitu yang diterapkan saat ini) dengan DIPERBOLEHKAN (atau batas maksimal yang diijinkan oleh WTO). Mengapa ada perbedaan antara yang Aktual dengan yang Diperbolehkan? Karena AoA menggunakan dasar pemotongan subsidi berdasarkan tahun 1986-1988. Jumlah pada periode tersebut sangat tinggi karena harga komoditas saat itu sangat rendah. Sehingga pemerintah UE banyak mengeluarkan subsidi pada periode tersebut. Jumlah tersebut dipilih karena apabila dipotong cuma 20 persen maka mereka masih memiliki kesempatan pemberian subsidi yang cukup besar pada akhir tahun 2000. Apa yang ditawarkan AS dalam WTO? Khor (2006) mengatakan pada October 2005, AS menawarkan:
Jumlah dukungan domestic AKTUAL atau yang diterapkan oleh AS seperti yang dinotifikasi dalam WTO pada tahun 2001 adalah sebagai berikut:
Jadi, penawaran pemotongan yang cukup drastis 53% menjadi sebesar $ 22.7 milyar masih LEBIH BESAR dari tingkat yang sebenarnya diberikan yaitu $21.4 milyar. Artinya pengurangan yang dilakukan TIDAK menyentuh nilai dukungan yang sebenarnya. Di atas kertas, dukungan itu berkurang namun jumlah nyata yang diberikan tidak berkurang sama sekali. Jumlah $ 22.7 milyar pun menjadi lebih ‘tidak berarti lagi’, mengingat AS juga memberikan subsidi dalam Green box sebesar $ 50.7 milyar pada periode tersebut. Jadi total yang diberikan bahkan jauh lebih tinggi dari yang di atas kertas, total sebesar $ 72.1 milyar!!. Mengapa ini terjadi, karena TIDAK ADA pembatasan jumlah dan kriteria yang longgar dari Green Box! Jumlah perkiraan pengeluaran untuk subsidi pada tahun 2006 adalah kurang lebih $ 11.6 milyar. Sehingga dengan Proposal Kelompok G20, yang meminta penurunan total dukungan domestic AS sebesar sekitar sampai $ 12 milyar juga masih belum menyentuh nilai yang diberikan sebenarnya. Apa yang ditawarkan oleh UE? Berthelot (2006) menjelaskan bahwa pada Oktober 2005, UE menawarkan
Ini adalah estimasi tingkat yang diperbolehkan:
Pada tahun 2001/2002 tingkat aktual subsidi yang diberikan adalah
Perlu diketahui bahwa kebijakan pertanian di Negara-negara UE diatur oleh semacam departemen pertanian yang disebut CAP (Common agriculture Policy). CAP telah mencanangkan reformasi pada sektor pertanian dengan melakukan pengurangan subsidi yang actual pada tahun 2008. AMS sebesar € 18.8 milyar
Penurunan sampai € 33 milyar, pun masih lebih tinggi dari tingkat yang direncanakan akan diberikan dalam reformasi CAP. Kesimpulannya adalah bahwa tawaran AS dan UE untuk memotong subsidinya TIDAK CUKUP untuk menyentuh nilai actual yang sebenarnya diberikan. Penurunan subsidi ini sangat penting karena dengan dukungan yang luar biasa besar itulah, banyak komoditas yang dihasilkan oleh dua Negara tersebut terlihat kompetitif di pasar dunia. Bahkan produksi yang berlebih dapat menurunkan harga pasar. Sehingga produsen di Negara-negara berkembang rugi karenanya. Salah seorang pengamat perdagangan, Baghirat Lal Das (2006) mengatakan bahwa apabila UE menawarkan untuk menurunkan subsidi sampai € 27 milyar dan AS sampai $15 milyar, tidak akan efektif dalam menghadapi banjir impor produk pertanian murah di Negara-negara berkembang. Das, memberikan dua alasan, yaitu (i) subsidi green box – yang tidak dibatasi (ii) kemungkinan terkonsentrasinya jumlah subsidi pada beberapa produk tertentu. Perlu diketahui, AS misalnya memberikan subsidinya pada beberapa produk tertentu sangat besar dibandingkan yang lain, tergantung tujuannya. Misalnya mengalihkan subsidi dari tanaman tertentu dan memberikannya ke jagung, untuk memproduksi bahan bakar nabati. Lebih jauh lagi, negara maju dapat menambah jumlah subsidi pada Green Box. Karena hasil perundingan WTO pada Juli 2004 dan Deklarasi Hongkong tidak melakukan pembatasan jumlah pada jenis subsidi tersebut. Karena aturan yang tidak terbatas dan terbuka, maka Green Box ini telah digunakan AS dan UE dari tahun ke tahun. Misalnya, jumlah subsidi ‘decoupled income support’ di AS, sebesar $ 4 milyar di tahun 2001; dan untuk bantuan investasi di UE sebesar $ 5.7 miliar in 2001-2. Karena itu, tawaran-tawaran yang diberikan oleh AS dan UE tidak berarti dan tidak efektif untuk mengatasi masalah, seperti banjir impor, penurunan harga pertanian dari negara maju. Sumber: Khor. M. (2006). The WTO Impasse - A Development Perspective. Bisa diakses pada www.twnside.org.sg. Das. B.L. (2006). WTO – What Next.dimuat dalam SUNS Jenewa Berthelot. J. (2005). Why the UE’s Domestic Support Offer is Empty Promise. Dimuat dalam SUNS Jenewa. Untuk artikel dan analisa lebih dalam bisa dilihat di http://solidarite.asso.fr/home/textes2007.htm |
| < Prev | Next > |
|---|







