| Perundingan FTA Uni Eropa dan Vietnam akan Dimulai |
|
|
|
| Monday, 08 March 2010 | |
|
[Lutfiyah Hanim – Jakarta] Uni Eropa dan Vietnam Selasa (2/3/2010) mengumumkan akan memulai perundingan menuju terbentuknya FTA (free trade agreement – perjanjian perdagangan bebas) setelah pertemuan antara Komisi Perdagangan UE, Karel De Gucht dan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung di Hanoi. Pejabat UE mengatakan mereka menginginkan hubungan investasi dan perdagangan yang lebih istimewa dengan Vietnam, negara berkembang dengan 86 juta penduduk. Dengan FTA ini, Vietnam akan menjadi perluasan pasar baru bagi produk- produk Uni Eropa seperti mobil, anggur, keju, produk farmasi, mesin, produk pertanian dan berbagai industri jasa. Sementara Uni Eropa, blok 27 negara dengan jumlah penduduk 500 juta akan menjadi target pasar baru bagi produk ekspor Vietnam, seperti beras, CPO (crude palm oil) produk-produk ikan, kopi, karet, teh, lada, kacang mete, produk garment dan sepatu. Perdagangan antara UE dan Vietnam mencapai nilai 12 milyar Euro pada tahun 2008 dan tumbuh sekitar 12 persen antara 2004 dan 2008, demikian dikatakan dalam pernyataan Komisi Eropa. Vietnam, negara anggota WTO sejak 2007, sepanjang tahun 2008 – 2009 mengalami penurunan ekspor sebesar 10 persen akibat krisis global. Situs wikipedia menyebutkan pendapatan domestik brutto per kapita penduduk Vietnam per tahun sebesar 1024 USD pada tahun 2008 dengan tingkat pengangguran sekitar 4,3 persen. Di kawasan ASEAN (asosiasi negara-negara Asia Tenggara), Vietnam adalah negara kedua yang akan memulai perundingan FTA dengan UE. Singapura adalah negara pertama, dijadwalkan perundingan putaran pertama akan digelar pada 8 – 12 Maret 2010. UE merundingkan FTA dengan negara-negara ASEAN secara individual, setelah FTA dengan ASEAN dihentikan sementara, karena antara lain isu Myanmar, dan bervariasinya tingkat pembangunan di negara-negara anggota ASEAN. UE juga sedang merundingkan FTA dengan India, dan telah menyelesaikan FTA dengan Korea Selatan. Di Kawasan Amerika Latin, UE juga baru saja menyelesaikan perundingan FTA dengan Kolombia dan Peru. Awalnya UE dan 4 negara yang tergabung Komunitas negara-negara Andean (Bolivia, Peru, Kolombia dan Ekuador) memulai perundingan pada tahun 2007. Namun, perundingan FTA antara dua kawasan tersebut, berubah menjadi bilateral karena perbedaan posisi antara negara-negara Andean, terutama dalam isu perlindungan hak kekayaan intelektual, tarif pisang ke Eropa, dan perlindungan keragaman hayati. Namun, upaya untuk mencapai kesepakan di kalangan internal UE mungkin akan berbeda dengan sebelumnya, setelah diratifikasinya Lisbon Treaty yang memberikan kekuasaan lebih besar ke Parlemen Eropa, termasuk untuk tidak menyetujui perjanjian perdagangan yang baru. Sedangkan Thailand diperkirakan akan menjadi negara ketiga yang merundingkan FTA dengan UE pada pertengahan tahun ini. Deputi Menteri Perdagangan Alongkorn Ponlaboot mengatakan bahwa dalam waktu dekat kementrian perdagangan akan membentuk komite khusus untuk melakukan studi kelayakan untuk merundingkan FTA dengan UE. Studi diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang. Uni Eropa adalah tujuan pasar ekspor terbesar bagi Thailand, dengan nilai mencapai 16 milyar dolar pada tahun 2009 lalu, atau sekitar 10,4 persen dari nilai total ekspor. Sumber: Bridges trade weekly (vol 14 no.8 Maret 2010; The Wall Street Journal online http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703807904575096963176656100.html?mod=WSJ_business_EuropeNewsBucket; The Nation http://www.nationmultimedia.com/home/2010/03/08/business/Free-trade-talks-with-EU-likely-this-year-30124125.html.
|
| < Prev |
|---|


